Minggu, 14 Juli 2013

asuhan keperawatan jiwa

LAPORAN PENDAHULUANBRISIKO BUNUH DIRI


 I.        Masalah Utama
Risiko Bunuh Diri

II.      Proses Terjadinya Masalah
Bunuh diri adalah perilaku yang sengaja menimbulkan kematian diri, individu sadar bahkan menginginkan kematian.
Jenis Perilaku Bunuh Diri :
-          Ancaman bunuh diri ( suicide throsis)
-          Usaha bunuh diri (suicide attempts)
-          Isyarat bunuh diri (suicide gesture)
-          Completed suicide

Perilaku ketidakpatuhan
-          Sadar alasan tidak patuh
-          Meminimalisasi keseriusan masalah
-          Penyakit kronis dengan periode asymptomatis
-          Sering berganti petugas kesehatan
-          Mencari mukzizat kesembuhan
-          Rasa bersalah yang mengganggu
-          Memperhatikan kendali

Bentuk:
-          Memotong/membakar kulit
-          Membenturkan kepala
-          Mengkorek-korek luka
-          Menggigit jari

Populasi :
-          Mental retardation
-          Pasien psikotik
-          Narapidana
-          Gangguan kepribadian

Perilaku bunuh diri
-          Ancaman bunuh diri
-          Peringatan verbal maupun nonverbal untuk bunuh diri
-          Usaha bunuh diri kalau tidak dijegah bisa menimbulkan kematian
-          Menggantung diri
-          Minum racun serangga
-          Menembak diri 
-          Menabrakan diri ke kendaraan
-          Memotong urat nadi
-          Completed suicide: meninggal karena bunuh diri

Faktor Pencetus
-          Peristiwa kehidupan yang memalukan
-          Masalah hubungan interpersonal
-          Dipermalukan di depan umum
-          Kehilangan pekerjaan
-          Ancaman penahanan
-          Bisa juga pengaruh media yang mengekpos peristiwa bunuh diri

Sumber Koping
·         Merusak diri tak langsung :
-          Denial
-          Rasionalisasi
-          Intelektualisasi
-          Regresi
-          Bunuh Diri ; telah gagal menggunakan mekanisme pertahanan diri sehingga bunuh diri sebagai jalan keluar

Perlindungan
·         Verbal : Informasikan bahwa keberadaan perawat adalah melindungi pasien dari bahaya yang datang kepada kepada klien katakana.
-          “Saya tahu ada ancaman untuk menyakiti diri sendiri”
-          “Saya disini untuk membantu mengontrol dorongan tersebut”
-          “Saya akan melakukan apa saja untuk melindungi anda”
·         Nonverbal :
-          Barang-barang berbahaya disingkirkan (tali, benda tajam, kaca, korek api) jauhkan dari klien
-          Buat lingkungan benar-benar aman
-          Pengawasan satu-satu
-          Tempatkan di dekat nurse station
-          Observasi ketat
 III.a Pohon Masalah


 
                   Risiko Bunuh Diri                                                                      PSP : Halusinasi Dengar
           Risiko mencederai
           diri sendiri dan                           Isolasi sosial: Menarik diri
            oranglain                               
                                                             Gangguan konsep diri ; HDR
 
                                      Depresi             defisit perawatan diri

                                  Keputusasaan
 





IV.    Rencana Keperawatan
DP: Risiko Bunuh DiriTUK 1 : klien mampu membina hubungan saling percayaBuat kontrak :1.1.  Bahwa klien tidak akan menyakiti diri dalam satu periode tertentu
1.2.  Klien akan menghubungi perawat jika ada dorongan meyakiti diri
1.3.  Menyerahkan benda yang berbahaya seperti pil atau senjata
1.4.  Setelah percaya : monitor obat yang diberikan
  TUK  2 : klien dapat perlindungan dari lingkunganIntervensi :            Suvervisi secara ketat
            Jangan biarkan klien sendirian
            Jauhkan semua barang yang berbahaya (pisau, korek api dll)
            Tetap awasi klien selama pertukaran dinas, saat makan atau saat beberapa pasien sedang sibuk kerja
 TUK 3 : Klien dapat mengungkapkan perasaannyaIntervensi :3.1. Bersikap empati dan penuh perhatian kepada klien
3.2. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
3.3. Minta klien untuk mengingat bahwa ia tidak boleh melukai dirinya
3.4. Bersikap hangat dan penuh penghargaan
3.5. Dengarkan secara aktif keputusasaan klien
 TUK 4 : Klien dapat meningkatkan harga diriIntervensi :            Bersama klien identifikasi prestasi atau kelebihan yang dimiliki oleh klien
            Berikan dukungan yang positif pada setiap prestasi
            Ajarkan klien kegiatan yang disukai dan dapat dilakukan dengan baik
            Bantu klien menentukan tujuan hidupnya
            Yakinkan klien dirinya penting dan bicarakan tentang keadaan yang sepertinya disukai klien
            Bersama klien merencanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan
 TUK 5Intervensi :

  1. Kuatkan koping yang kontruktif
ü  Bersama klien melihat makna kehidupan
ü  Bantu klien mengidentifikasi stressor yang menyebabkan bunuh diri
ü  Diskusikan penyebab masalah
ü  Mengidentifikasi alternatif yang paling baik
ü  Kaji konsekuensi setiap alternatif yang paling baik
  1. Gunakan sistem pendukung
ü  Anjurkan keluarga untuk memutuskan respon klien yang negatif tentang bunuh diri
ü  Anjurkan klien/orang terdekat untuk memberi perhatian dan dukungan yang cukup pada klien
ü  Anjurkan keluarga untuk saling mengerti dan terbuka diantara anggota keluarga
ü  Identifikasi fasilitas di anggota masyarakat yang menyelesaikan masalah yang diantara klien
ü  Rujuk klien pada fasilitas tersebut (yayasan, pesantren dll)   






 


x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar